MUSIBAH PALING BERAT

📝

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

MUSIBAH UMAT PALING BERAT
Sungguh musibah paling berat yang menimpa seorang muslim, adalah musibah dalam urusan agama, karena musibah itu akan memicu hancur nya aqidah dan moral umat, celaka dunia dan akhirat, sehingga Rasulullah mengajar do’a agar kita dijauhkan dari musibah dalam urusan agama,
‎وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, Janganlah Engkau jadikan musibah yang menimpa kami dalam urusan agama kami, dan jangan pula Engkau jadikan (harta dan kemewahan) dunia sebagai cita-cita kami yang paling besar, dan tujuan utama dari ilmu yg kami miliki.”
(HR. At-Tirmidzi V/528 no.3502, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubro VI/106, Al-Hakim I/528, dan Ibnu As-Sunny dalam Amalul Yaum wa Al-Lailah no.445)

Musibah dalam urusan agama merupakan bencana yang lebih berat dari bencana gempa bumi, longsor, tsunami dan gunung meletus, namun sayang kebanya kan kaum muslimin meremehkan, bahkan memandang bukan sebagai musibah, maka Imam Ibnu Muflih menyanyangkan sikap tersebut;

Termasuk perkara paling aneh yang kita lihat dan kita selalu kritisi dari tingkah laku umat manusia adalah banyak di antara mereka meratapi atas kehancuran negeri- negeri, dan kematian sanak famili dan kerabat, serta bersedih hati atas kekurangan rejeki, buruknya pergaulan mereka, justru mereka lebih sibuk membahas sulitnya maisyah (kemampuan finansial) dan krisis ekonomi serta jahatnya para penguasa, wabah covid yang berkepanjangan dan masalah global lainnya, namun mereka melihat rusaknya ajaran Islam, jauhnya mereka dari masjid, redupnya sunnah-sunnah Nabi, merajalela bid’ah, dan tersebarnya maksiat, tapi sedikit di antara mereka yang meratapinya dan tidak juga bersedih hati atas keteledorannya serta tidak pernah menyesali atas tindakan nya. Semuanya akibat dari rendahnya kepedulian mereka kepada agama Islam dan besarnya perkara dunia di mata mereka.

Buktinya mereka menganggap perkara mungkar sebagai suatu yang makruf dan perkara makruf sebagai suatu yang mungkar, perkara bid’ah mereka syiarkan namun sunnah Nabi mereka sudutkan, urusan ibadah sering diterlantar kan, sementara perkara maksiat mereka kejar dan biayai dengan biaya mahal. Bahkan keyakinan bernoda syirik mereka anggap syiar agama yang wajib dibela & dipertahan kan, sedangkan ajaran tauhid harus diwaspadai dan disingkirkan.

Sikap mereka persis seperti yang telah dititahkan oleh Allah dalam firmanNya:
‎سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِن يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ [الأعراف : 146]

Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku dari orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar. jika mereka melihat tiap-tiap ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk mereka tak mau menjalan kannya sebagai jalan hidup, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka justru terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

Termasuk musibah urusan agama yang paling miris adalah lemahnya kesadaran sebagai muslim yang dituntut untuk menjalan kan agama secara kaffah pasti punya musuh, yang konsekuensinya menuntut sikap wala’ dan bara’, namun celakanya sebagian umat menganggap bahwa umat Islam tidak punya musuh dan tidak perlu cari-cari musuh, padahal Allah berfirman,
‎وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ [الأنعام : 112]

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yakni setan- setan dari jenis manusia dan jin yang memberikan bisikan antara yang sebagian kepada sebagian lainnya tentang perkataan- perkataan yang indah- indah.

Permusuhan setan kepada anak Adam cukup dahsyat dan bersifat abadi sampai hari kiamat, sehingga Allah memberi peringatan dalam firmanNya,
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ [يس : 60]
‏Bukankah Aku telah* memerintahkan kepada kalian hai Bani Adam supaya kalian tidak menyembah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian”*

Bahkan permusuhan setan dari kalangan manusia lebih parah dan nyata yang mengundang bencana dunia dan mengandung murka Allah di akhirat, sebagaimana yang telah dititahkan Allah dalam firmanNya,
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ [البقرة : 217].

‏Dan tidak henti-hentinya mereka memerangi kamu hingga mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran, sekiranya mereka sanggup.

Ada ayat yang sering terlewatkan dari perhatian dan keyakinan kaum Muslimin bahkan mereka tidak pernah menganggap kenyataan yang membahayakan adalah firman Allah,
Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan ‏senang kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka

Oleh sebab itu, seorang harus terus waspada terhadap makar musuh- musuh Islam, karena siang dan malam mereka terus membuat makar besar untuk merobohkan bangunan Islam yang menjulang tinggi sebagaimana firman Allah:
‎وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا [نوح : 22]

Dan mereka melakukan tipu daya yang amat besar.
Tapi sebesar apapun tipu daya mereka, tidak boleh membuat kita kendur menyampaikan dakwah dan futur mempertahan kan kebenaran, karena Allah bersama orang- orang yang bertakwa dan bersabar. Sebab kalau setiap tekanan dan teror dakwah membuat kita diam dan berhenti dalam menyampaikan kebenaran & mendiam kan kemungkaran. Terus siapa yang berani menyampaikan kebenaran & menangkal pengaruh kemungkaran di tengah umat?!

Jikalau gencarnya teror dan tekanan membuat seorang da’i ciut nyali, akhirnya diam dan takut menyampaikan kebenaran maka syiar sunnah akan redup dan simbul-simbul Islam akan hilang serta kemungkar an dan kebatilan akan merajalela.

Ketahuilah semua kekuatan batil senantiasa berusaha siang dan malam untuk menekan kita agar kita berhenti dan tidak berbicara tentang kebatilan mereka, karena dianggap sensitif baik berupa tahayul, bid’ah dan khurafat, bahkan syirik dan kufur. Maka mereka telah berhasil dalam melancarkan tujuan dan maksud teror dan tekanan kepada pengikut Islam dan sunnah.

KARENA TUJUAN UTAMA TEKANAN DAN TEROR MEREKA ADALAH UNTUK MEMBUNGKAM KITA AGAR TIDAK AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR

Jadi, sampaikanlah agama Allah dengan utuh meski dianggap menyinggung mereka dan diteror mereka, dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Dengan cara ilmiyah
  • Jangan mencerca tokoh-tokoh mereka
  • Pakailah dengan bahasa santun dan lembut
  • Dengan argumen penuh dengan ketulusan
  • Setelah itu serahkan kepada Allah dan bertakwakkallah.

Agar kita tetap tegar menghadapi cobaan dakwah dan istiqamah di atas kebenaran Islam serta teguh memegang bara api sunnah maka renungkan ucapan ulama rabbani berikut ini:
Imam adz-Dzahabi berkata,
Tegas dengan kebenaran butuh kepada kekuatan dan keikhlasan, orang yang ikhlas tapi tidak kuat maka akan lemah, tidak mampu berbuat apa-apa, sementara orang yang kuat tapi tidak ikhlas akan terhina. Dan barangsiapa yang bisa menegakkan kedua nya akan sempurna dan menjadi orang jujur. Dan barangsiapa yang lemah maka tidak ada upaya paling minim kecuali merasa membenci dan mengingkari secara hati. Dan tidak ada iman setelahnya. Dan tidak ada daya upaya kecuali atas bantuan Allah.

Oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc, MM

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Share and Enjoy !

0Shares
0
iklan-panel-surya