Tiga Pilar Kelurahan Tanjung Priok Pantau Pergerakan Pemudik

Jakarta. Jurnalutara.com – Unsur tiga pilar Kelurahan Tanjung Priok bersama pengurus RT/RW dan kader dasawisma di lingkungan RW 015 Kelurahan Tanjung Priok menyambangi rumah warga yang sudah kembali dari mudik lebaran. Aksi nekat warga yang mudik lebaran di masa pandemi COVID-19 dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus COVID-19.

“Sejak kemarin, kami bersama tiga pilar mendatangi rumah warga yang mudik lebaran untuk mengecek langsung sesuai dengan data yang diberikan pengurus RT/RW setempat. Hari ini, kami monitor lagi kelima rumah dan sudah ada warga yang kembali dari kampung halamannya,” ungkap Lurah Tanjung Priok, Ma’mun saat monitoring pergerakan warga yang mudik lebaran di wilayah RW 015 Tanjung Priok, Senin (17/5).

Dalam tinjauannya tersebut, ia menemui langsung warga yang sudah kembali dari kampung halaman untuk melakukan pengecekan suhu tubuh serta penginputan data pemudik. “Setelah dicek suhu tubuhnya, mereka dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala apapun. Kalau suhu tubuhnya diatas 37 derajat celcius maka pemudik harus menjalani swab antigen di Puskesmas Kelurahan Tanjung Priok,” terangnya.

Ia juga menghimbau kepada para pemudik yang sudah datang kembali ke wilayah Kelurahan Tanjung Priok untuk tetap berada dirumah, patuhi protokol kesehatan dengan 5M dan tidak bersosialisasi terlebih dahulu. “Ini adalah langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19. Apalagi pemudik rentan terpapar COVID-19 saat di perjalanan ataupun di kampung halamannya. Mereka akan didata dengan memberikan nama, NIK, daerah tujuan, tanggal berangkat dan tanggal pulang dari mudik lebaran,” jelasnya.

Tim Satgas COVID-19 tingkat RT/RW akan rutin memonitor aktivitas warga yang kembali dari mudik lebaran. “Kedepannya, kita akan acak dan mengambil sample pemudik untuk ikut pemeriksaan kesehatan dengan swab antigen. Takutnya, mereka masuk kategori orang tanpa gejala dan berpotensi menularkan ke warga sekitar,” tambah Ma’mun.

Sedangkan rindu keluarga di kampung menjadi alasan utama para pemudik hingga nekat melanggar aturan pemerintah tentang larangan mudik lebaran 1442H. “Saya kangen sama keluarga di kampung akhirnya saya nekat naik motor ke Cirebon dari tanggal 9 Mei dan tiba lagi di Jakarta pada Minggu (16/5) kemarin. Sempat kena penyekatan di perbatasan Karawang disuruh putar balik terus kita coba cari jalan tikus dan sampai juga di kampung,” ujar Rio (20), warga RT 07 RW 015 Tanjung Priok.

Share and Enjoy !

Shares