Sambangi Kalibaru Cilincing, Dewas BPJS Naker Ajak Nelayan Ikut Program BPU

Jakarta.JurnalUtara.com– Dewas BPJS ketenagakerjaan, Yayat Syariful Hidayat memenuhi undangan Perisai Katar Mampang untuk meninjau perlindungan tenaga kerja rentan perkampungan nelayan Cilincing Jakarta Utara, Sabtu (18 / 9 / 2021). Menurut ketua setempat, pak Wahid, menyatakan bahwa mereka para nelayan belum mengetahui program-program BPJS ketenagakerjaan.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Yayat Syariful Hidayat (berkemeja biru), berdialog dengan nelayan warga Kalibaru, Cilincing (18/09/2021).

“Taunya kami, program jaminan kesehatan melalui KIS” ungkap Pak Wahid.

Memanfaatkan momentum pertemuan tersebut, Yayat menjelaskan terkait program pemerintah dalam hal jaminan sosial ketenagakerjaan. Termasuk menjelaskan soal kategorisasi kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah. BPJS Naker BPU iurannya sangat terjangkau. Premi terendah BPU untuk JKK dan JKM adalah Rp. 16.800,-.

“Jadi, di BPJS Ketenagakerjaan itu ada istilah BPU, yakni peserta bukan penerima upah, dimana para nelayan bisa menjadi peserta dengan iuran sangat terjangkau untuk mendapatkan perlindungan saat ia bekerja menjadi nelayan” kata Yayat.

Pekerja bukan penerima upah adalah orang-orang yang berusaha sendiri yang pada umumnya bekerja pada usaha-usaha ekonomi informal, seperti nelayan. BPJS Naker bagi pekerja bukan penerima upah memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja tersebut pada saat mereka kehilangan sebagian atau seluruh penghasilannya sebagai akibat terjadinya resiko-resiko seperti kecelakaan kerja, hari tua, dan meninggal dunia.

Sementara itu, Iwan Adriansyah selaku Perisai Katar Mampang menyatakan, bahwa BPJS Naker BPU adalah merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya, termasuk para pekerja rentan seperti nelayan.

Para nelayan sangat antusias, bahkan Pak Marata bertanya tentang tatacaranya seperti apa untuk menjadi peserta tersebut. Yayat kemudian mengarahkan untuk tekhnis pendaftaran dan penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat yang didapatkan, Perisai Katar untuk segera berkoordinasi dengan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan dan para nelayan bisa mendapatkan informasi secara komprehensif. Yayat berharap, informasi ini bisa didapatkan oleh seluruh nelayan di Indonesia, sehingga para nelayan bisa mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan perlindungan.

“Karena nilai manfaatnya yang sangat besar seperti dijaminnya pengobatan sampai sembuh, santunan kematian dan beasiswa untuk anak-anaknya”, pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula, Yayat memberikan stimulus kepada sepuluh orang nelayan berupa bantuan iuran selama enam bula. Bantuan ini beraala dari dirinya secara pribadi.

Share and Enjoy !

Shares