Kapasitas RS Rujukan Tersisa 13 persen. FPAN: Pemerintah Pusat Harus Tingkatkan Kapasitas RS di Sekitar Jakarta

Jakarta, JurnalUtara.com – Kondisi rumah sakit (RS) rujukan di Ibu Kota hampir penuh seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19. Saat ini, kapasitas yang tersisa hanya 13 persen untuk menampung pasien Covid-19.

“Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien Covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta,” tulis akun Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta, Selasa (19/1/2021).

Adapun angka penggunaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit DKI Jakarta sebanyak 87%. Hal itu lantaran rumah sakit di Jakarta juga melayani warga lintas provinsi. Sebanyak 24% dari kapasitas tercatat

Pemprov DKI mencatat warga Jakarta yang dirawat di rumah sakit angkanya sebesar 63%. Sisanya tingkat keterisian BOR diisi warga penyanggah Ibu Kota. Sementara itu, BOR di Provinsi Banten 79%, DIY 78%, Jawa Barat 73% dan Jawa Timur 69%.

Terkait hal ini, sekretaris FPAN DPRD DKI Jakarta, Oman R. Rakinda berpendapat bahwa pemerintah pusat harus mengantisipasi dengan cara meningkatkan kapasitas rumah sakit rumah sakit di daerah sekitar Jakarta.

“Situasi saat ini kapasitas hunian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta tinggal 13% tersisa dan data menunjukkan bahwa dari kapasitas yang terisi, 24% nya diisi oleh saudara-saudara kita dari sekitar Jakarta, seperti Bogor, Bekasi, Tangerang dan Depok,” papar Oman R. Rakinda.

“Pemerintah Pusat harus mengantisipasi situasi ini. Mungkin langkah terbaiknya adalah dengan meningkatkan kapasitas hunian dari rumahsakit-rumahsakit yang ada di sekitar Jakarta agar bisa mengantisipasi dan tujuan akhirnya adalah agar semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa ditampung di rumahsakit-rumahsakit tersebut,” jelas wakil rakyat yang dikenal dengan sapaan sebagai Kang Oman.

Baca juga: Soal Kapasitas Rumah Sakit Banyak Dinikmati Warga Provinsi Lain. Warga Jakarta: Nggak Apa-apa, Asal…

Menurutnya saat ini terjadi tekanan besar terhadap tenaga kesehatan di Jakarta. Dengan adanya peningkatan kapasitas rumah sakit di sekitar Jakarta, maka tekanan ini akan terbagi dengan daerah-daerah sekitar.

“Saat ini terjadi peningkatan tekanan terhadap tenaga kesehatan di Jakarta, dan kalau nanti antisipasinya adalah memperbanyak kapasitas hunian rumah sakit di daerah-daerah sekitar Jakarta, maka tekanan itu dapat terbagi dengan daerah Jabodetabek,” tutup Kang Oman.

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami penambahan sebanyak 2.361 kasus per Senin kemarin. Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, kasus Covid-19 secara kumulatif berada di angka 229.726 kasus. Dari angka keseluruhan tersebut, pasien dinyatakan sembuh kini berada di angka 204.711 kasus, atau bertambah 2.804 pasien sembuh dibandingkan kemarin.

Pasien aktif dalam perawatan mengalami penurunan sebesar 479 pasien dibandingkan hari sebelumnya.  Kini ada 21.200 pasien aktif dalam perawatan di DKI Jakarta. Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 terus meningkat menjadi 3.815, atau bertambah 36 korban meninggal dibandingkan hari sebelumnya.

Beberapa hari lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyangga untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19.

Riza mengatakan, koordinasi antar pemda daerah penyanggah dilakukan lantaran hampir 30 persen warga luar Jakarta dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemprov DKI.

“Sehingga nanti warga di luar Jakarta tidak ke Jakarta, bisa ditampung dengan baik, dilayani, rumah sakit-rumah sakit di sekitar Jakarta,” kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Senin 18 Januari 2021.

Share and Enjoy !

0Shares
0
iklan-panel-surya