Soal Kapasitas Rumah Sakit Banyak Dinikmati Warga Provinsi Lain. Warga Jakarta: Nggak Apa-apa, Asal…

Jakarta, JurnalUtara.com – Kondisi rumah sakit (RS) rujukan di Ibu Kota hampir penuh seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19. Saat ini, kapasitas yang tersisa hanya 13 persen untuk menampung pasien Covid-19. Sementara dari 87 % angka penggunaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit DKI Jakarta sebanyak 24% nya dari kapasitas tercatat untuk melayani warga lintas provinsi.

Menanggapi kondisi ini, warga umumnya tidak keberatan bila RS rujukan Covid di Jakarta dinikmati oleh warga lain. Ketua umum Forum RT-RW, H. Moh. Irsyad, menyatakan warga sama sekali tidak keberatan. Ini masalah kemanusiaan, orang bisa jatuh sakit dimana saja, atau kemungkinan di daerahnya RS yg mampu menangani pasien Covid-19 masih terbatas.

“Dari sisi kemanusiaan kita, yang namanya orang sakit, mau lintas provinsi, warga Jakarta atau warga dari provinsi lain itu tidak masalah. Itu tetap harus dilayani dengan baik. Jadi soal sampai 24% dinikmati warga lain itu nggak masalah,” kata ketua umum Forum RT-RW meneruskan sikap warga.

Yang justru lebih penting untuk dijadikan perhatian adalah masalah antisipasi kedepannya. Menurut pria yang dikenal dengan panggilan Haji Irsyad ini, tersisa 13% ini harus segera diantisipasi.

“Yang penting itu sisa 13% persen ini bagaimana? Cukupkah? Atau bagaimana?,” tanggap Haji Irsyad.

“Saya setuju pandangan Pak Gubernur bahwa masalah ini harus dikordinasikan di tingkat pusat. Artinya rujukan-rujukan lintas provinsi ini harus dikaji, apakah memang kapasitas RS-RS di daerah ini tidak mencukupi, atau masalah pelayanan yang mereka rasakan kurang sehingga memilih ke rumah sakit di ibukota. Ini dua masalah yang berbeda.”

Menurutnya apabila masalahnya adalah kapasitas yang berkurang, maka pemerintah pusat harusnya mengupayakan stimulus agar daerah-daerah tersebut dapat meningkatkan kapasitas. Tetapi kalau masalahnya adalah kinerja pelayanan yang dirasakan warga kurang, itu berarti kualitas SDM dan manajemennya harus ditingkatkan.

“Jadi bukan soal seberapa besar dari kapasitas yang ada yang dimanfaatkan warga provinsi lain. Mau 40% atau 50% sekalipun gak masalah. Masalahnya kalau angka ini terus meningkat, maka perlu daerah-daerah ini ikut bergandengan tangan untuk bersama meningkatkan penanganan masalah pandemi ini. Seluruh aparat dan warga harus sama-sama meningkatkan disiplin, saling mengingatkan, saling menjaga, agar kita bisa menurunkan tingkat penularan COVID-19,” tutup ketum Forum RT-RW ini.

Foto: Haji Irsyad (kiri) dan Bang Amung (kanan)

Situasi ini sebenarnya mulai terasa di masyarakat. Ketua RW RW 09, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, Mohammad Riza Firdaus atau yang lebih dikenal dengan Bang Amung, menceritakan kondisi yang miris buat warganya akibat kondisi ini, karena ada beberapa kasus di Kelurahan Pademangan Barat yang kesulitan mendapatkan pelayanan rawat inap.

“Salah satu warga kami pasien positif covid, perlu beberapa hari untuk mendapatkan ruang perawatan dari IGD RS. Padahal waktu tunggu tanpa perawatan yang memadai terutama pada pasien kormobid yang sangat membutuhkan Ventilator akan sangat beresiko terhadap kondisi pasien tersebut dan juga bisa berdampak pada kematian,” cerita Bang Amung.

Namun demikian, sependapat dengan sikap Ketua Umum Forum RT-RW, bahwa soal banyaknya warga propinsi lain yang dirawat di Jakarta, atas dasar kemanusiaan warga Jakarta bisa menerima kondisi ini. Namun Bang Amung berharap pemerintah pusat lebih aktif melakukan fungsinya terhadap masalah pasien covid rawat inap lintas provinsi.

Terkait hal ini juga wakil ketua Dewan Kota, M. Rivani, berharap bahwa warga Jakarta tidak perlu khawatir. Menurutnya pemerintah sudah siap mengantisipasinya sehingga warga yang membutuhkan perawatan inap karena Covid akan selalu dapat terlayani.

“Masing-masing kecamatan sudah punya grup monev masing-masing. Didalamnya termasuk tiga pilar, para dokter, pihak puskesmas. Sehingga ketika salah satu rumah sakit rujukan itu penuh, maka akan langsung dialihkan ke rumah sakit lain yang masih ada kapasitas,” jelas Dewan Kota dari kecamatan Cilincing yang biasa dipanggil sebagai Bang Toche.

Share and Enjoy !

0Shares
0
iklan-panel-surya