SMK Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Jadi Pilihan Utama

Jakarta Utara, JurnalUtama.com – Dulu Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK sering dipandang sebelah mata oleh umumnya masyarakat. Banyak pandangan yang keliru mengenai sekolah kejuruan serta lulusannya. Saat itu mungkin ada benarnya. Karena stigma negatif yang melekat pada SMK, maka lulusan SMP lebih memilih masuk SMA. Akibatnya, sebagian besar yang masuk SMK adalah sisa yang tidak molos masuk SMA atau diistilahkan “buangan”.

Namun seiring berjalannya waktu, sekolah kejuruan mengalami banyak peningkatan kualitas. Di era Jokowi, pendidikan vokasi, salah satunya SMK, melesat jauh. Revitalisasi pendidikan kejuruan dan keterampilan dilaksanakan dengan penerbitan peta jalan sesuai dengan amanat Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016. Peta jalan revitalisasi SMK mendorong terjadinya hubungan yang baik antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Dengan itu, kerja sama dunia pendidikan dengan industri terus dilakukan dan semakin banyak industri telah bekerja sama dengan SMK.

Hingga tahun 2017, Kemendikbud telah melatih 12.740 guru agar menjadi guru produktif, merekrut 15.000 guru Program Keahlian Ganda, serta menyelaraskan kurikulum SMK sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain SDM pengajar, pengembangan sarana dan prasarana SMK juga terus diprioritaskan.

Maka wajar saja bila kualitas pendidikan di SMK telah berhasil mensejajarkan diri dengan SMA, dan SMK mulai banyak dipilih remaja maupun orang tua. Banyaknya pilihan jurusan dan kesempatan magang di perusahaan besar menjadi bahan pertimbangan orang tua untuk memasukkan anak mereka di SMK. Di bawah ini, penulis uraikan beberapa keunggulan SMK dibanding SMA yang membuat saat ini lebih menjadi pilihan utama.

Baca juga: Mending Masuk SMA, SMK, Atau Aliyah?

  • Banyak pilihan kejuruan yang menarik

Berbeda dengan SMA yang hanya memiliki jurusan yang terbatas, SMK memiliki banyak sekali jurusan atau kompetensi keahlian yang lebih menarik dan keren-keren. Ada pilihan jurusan seperti teknik instalasi tenaga listrik, teknik kendaraan ringan, teknik komputer dan jaringan, tata busana, hingga jurusan produksi film dan program televisi menjadi daya tarik sekolah kejuruan.

  • Lebih fokus dengan minat dan bakat siswa

Siswa SMK bisa lebih fokus mengembangkan potensi mereka secara maksimal, karena sudah lebih spesifik pelajarannya. Pengajar di SMK juga dilatih untuk mendorong siswa memaksimalkan potensi yang dimiliki, sesuai kompetensi keahlian yang dipilih. Siswa SMK jurusan tata boga akan lebih fokus mendalami materi tentang tataboga, tanpa harus bersusah payah mengingat nama-nama ilmiah dari binatang dan tumbuhan.

  • Dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja lebih awal

Dengan kurikulum SMK yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), maka lulusan SMK akan lebih siap kerja dalam bidang-bidang yang banyak dibutuhkan di dunia kerja. Para siswa akan dapat dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, karena salah satu materi wajib mereka merupakan PKL atau praktek kerja lapangan

  • Kesempatan magang di perusahaan besar

Deangan semakin banyaknya industri atau perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan SMK, baik regional daerah, nasional hingga internasional. Dalam praktik kerja lapangan atau PKL, Siswa SMK akan dikirim ke perusahaan yang sudah bekerjasama dengan sekolah tersebut, untuk magang. Lama dari magang tersebut tergantung dengan kebijakan dari sekolah masing-masing. Setelah masa magang berakhir, diharapkan para siswa sudah memiliki skill dan pengalaman yang cukup untuk menghadapi dunia profesional yang sebenarnya.

  • Lebih mudah memilih jurusan saat melanjutkan kuliah

Penjurusan yang spesifik di SMK juga memudahkan para siswa untuk menentukan jurusan perkuliahan. Mereka tidak perlu bingung saat menentukan jurusan mana yang akan mereka ambil di perguruan tinggi. Saat di perkuliahan pun, lulusan SMK lebih unggul dalam pemahaman materi-materi yang lebih spesifik. Lulusan SMK farmasi akan lebih memahami materi saat melanjutkan perkuliahan di jurusan yang linear, dibanding dengan lulusan SMA jurusan IPA.

Share and Enjoy !

0Shares
0
iklan-panel-surya