PMI Jakut Ajak Masyarakat Tidak Takut Donorkan Darah Selama Pandemi Covid-19

Jakarta Utara, JurnalUtara.com – Palang Merah Indonesia cabang Jakarta Utara menyebutkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah pendonor darah jika dibandingkan pada masa sebelum pandemi Covid. Sepanjang Pandemi telah terjadi penurunan jumlah pendonor secara signifikan bisa sampai 50 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara, dr. Ulfah Suryani M., M Biomed, di kantornya pagi ini Rabu 27/01/2021. Menurutnya, banyak masyarakat khawatir tentang kemungkinan terpapar COVID-19 selama donor darah.

“Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa pada kegiatan donor darah. Mayoritas masyarakat khawatir tentang kemungkinan terpapar COVID-19 selama donor darah. Selain itu juga, selama pandemi banyak kantor yang tutup atau melaksanakan pembatasan kerja di kantor atau work from office (WFO) 25% dan orang-orang banyak yang memilih tidak beraktifitas di luar rumah. Akibatnya terjadi penurunan yang donor bisa sampai 50%. Apalagi di bulan puasa, penurunan bisa mencapai 70% dari biasanya. PMI mengalami kekurangan persediaan darah,” papar Kepala UDD PMI Kota Jakarta Utara ini.

Kepala Unit Donor Darah PMI Jakarta Utara, dr. Ulfah Suryani, M.Biomed
Kepala Unit Donor Darah PMI Jakarta Utara, dr. Ulfah Suryani, M.Biomed

“Akibatnya PMI kekurangan persediaan darah. Padahal pada beberapa penyakit –seperti thalasemia– transfusi darah tetap merupakan obat yang esensial. Dalam beberapa kasus kita terpaksa meminta keluarga pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk mencari sendiri pendonornya. Tentu saja hal ini sangat disayangkan karena mencari pendonor sendiri adalah beban tambahan bagi keluarga pasien yang sudah repot sebelumnya.”

Menghadapi situasi ini, PMI Jakarta Utara menghimbau masyarakat untuk tetap aktif mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19. Menurut dr. Ulfah, masyarakat tak perlu khawatir mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19. Donor darah tetap aman. Penularan Covid-19 melalui droplet dari sistem pernafasan atas. sel targetnya bukan darah. Selain itu PMI juga menempuh protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah.

Baca juga: Kunjungi PMI Jakut, PERKATRI Jajaki Kerjasama Penelitian Plasma Convalescent

“Masyarakat tak perlu khawatir mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19. Donor darah itu aman. Virus Covid ditransmisikan melalui droplet dari sistem pernafasan atas, bukan lewat darah. Beberapa kasus terbukti, darah dari pendonor yang kemudian terbukti positif Covid-19 tidak terkontaminasi oleh virus Covid-19. PMI juga menempuh protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kegiatan donor darah,” imbau dr. Ulfah.

Protokol kesehatan yang ketat dalam menyelenggarakan donor darah di antaranya adalah penerapan 3 M; selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun ketika hendak memasuki tempat donor darah, serta selalu menjaga jarak 1,5 – 2 meter dari peserta donor darah lainnya. PMI selalu menggunakan ruang penyelenggaraan donor darah yang luas. Selain itu seluruh peralatan kegiatan donor darah, kursi atau ranjang selalu di-steril-isasi dengan alcohol-base disinfectant setiap habis digunakan oleh seorang peserta donor. Seluruh tenaga medis menggunakan APD lengkap.

“Kegiatan donor darah di era pandemi juga dilaksanakan dengan menggunakan pembagian atau shift waktu agar peserta tidak menumpuk pada waktu tertentu. Artinya dalam selang waktu tertentu hanya dilayani sejumlah orang yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan,” jelas dr. Ulfah.

PMI Jakarta Utara sendiri selain terus mengimbau dan mengedukasi masyarakat, juga bekerjasama dan didukung oleh berbagai pihak, terutama oleh Walikota Jakarta Utara menyelenggarakan donor darah suka rela (DONDARELA). Dondarela yang digiatkan oleh Walikota Jakarta Utara dan jajarannya sampai ke kelurahan mampu menyediakan rata-rata per siklus (red: tiga bulan) 2.000 kantong darah. Dari data yang ada, secara keseluruhan PMI Jakarta Utara selama Januari – November 2020 lalu berhasil memperoleh sekitar 39.805 kantong darah atau kurang lebih 3.600 kantong darah perbulan. Sementara normalnya kebutuhan darah di Jakarta Utara per bulan sekitar 7.000 kantong.

Dalam rangka terus meningkatkan semangat masyarakat untuk berdonor, Unit Donor Darah PMI Kota Jakarta Utara akan melaksanakan giat DoReMi. DoReMi adalah bentuk sosialisasi dengan menggunakan berbagai media agar masyarakat tidak ragu melakukan donor darah di era pandemi (DoReMi). Di antara kegiatannya dalam waktu dekat adalah webminar terbuka dengan peserta tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta Utara. Harapan PMI Jakarta Utara adalah pemahaman yang benar tentang amannya berdonor darah di era pandemi Covid, maka masyarakat tidak ragu berdonor darah demi menolong para pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah.

“Karena kita membutuhkan paling tidak 7.000 kantong setiap bulan, dan sekarang ini sejak pandemi hanya sampai 2.000 – 3.000 kantong dan itu sangat kurang sekarang sekali, maka harapan saya adalah agar masyarakat mau menolong sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, yang di rumah sakit sana yang tidak mengenal Covid untuk membutuhkan darah, dengan mau mendonorkan darahnya. Jangan takut, karena PMI Jakarta Utara memiliki SOP (red: prosedur operasional standar) untuk melakukan kegiatan donor darah dengan protokol kesehatan yang terjaga, ” harap dr. Ulfah Suryani, Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Jakarta Utara.

Share and Enjoy !

0Shares
0
iklan-panel-surya